Bubur Ayam Cikini HR Sulaiman, Jakarta

bubur ayam cikini

Di Kawasan Cikini terdapat kedai bubur ayam yang legendaris. Pelancong dari luar kota pun banyak yang dibuat penasaran oleh cerita kelezatannya. Bubur Ayam Cikini HR Suleman termasuk kedai yang ramai dikunjungi sejak pertama kali buka di 1980-an. Bisnis bubur ayam cirebon itu kini digeluti oleh generasi keempat.

Riwayat Bubur Ayam Cikini

Widya Mega Sari (38) mendapat mandat dari sang ayah untuk meneruskan bisnis keluarganya pada tahun 2008. Berawal dari gerobak yang biasa mangkal di sekitar Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara Jakarta, bubur ayam Cikini HR Suleman di bawah manajemennya ‘diboyong’ ke sebuah ruko yang berada di Jalan Cisadane, Cikini, Jakarta Pusat.

Bubur ayam cikini

Mega menceritakan, selama 11 tahun menjalankan bisnis bubur ayam, ia masih menjaga resep secara turun-temurun. Dia mengatakan, sejak dulu bubur ayam cikini tidak menggunakan penyedap apapun untuk menyajikan hidangan yang lezat dengan bahan yang alami.

“Murni rempah-rempah. Nggak pakai garam, nggak pakai micin atau penyedap apapun,” kata Mega.

Resep

Resep bubur ayam miliknya memiliki sekitar 40 macam bumbu, mulai dari jahe, pala, cengkih, merica, hingga ketumbar. Selain itu, kaldu bubur juga dibuat dari olahan ayam kampung yang memiliki cita rasa yang menggugah selera. Mega menjelaskan, menu bubur yang disajikan kepada para pelanggannya tidak memiliki banyak variasi. Dia mengatakan hanya ada dua macam bubur yang disediakan.

Semangkuk bubur ayam adalah menu sarapan yang enak untuk memulai hari. Hidangan ini juga menjadi menu santapan di tengah malam yang pas disantap. Bubur Ayam HR Sulaiman, tempat makan yang sudah berdiri cukup lama yang bisa jadi merupakan penjaja bubur ayam terenak di Jakarta. Awalnya, tempat ini diberi nama Bubur Ayam Cikini saat buka pertama kali pada 1987. Kesuksesannya membuat para pencari keuntungan mencatut namanya secara tidak bertanggung jawab.

Tak suka dengan kondisi itu, Pak HR Sulaiman memutuskan untuk menambahkan namanya pada merek bisnisnya untuk membedakannya dari para peniru. Sebagai informasi, Bubur Ayam Cikini HR Sulaiman yang asli berada di Jalan Cikini Raya. Satu-satunya cabang berada di Cirebon, di rumah HR Sulaiman. Kanopi berwarna biru laut langsung terlihat sesaat Anda sampai ke tempat ini. Letaknya tepat di seberang stasiun kereta Cikini. Kesan pertama, bubur ayamnya terlihat sama seperti yang dijual oleh penjaja lain.

Perbedaannya terletak pada penggunaan emping sebagai taburannya. Pada suapan pertama, Anda akan merasakan teksturnya yang lembut dan kaya rasa. Anda bisa bebas memilih tingkat keasinan dan kepedasannya karena kecap asin dan lada bubuk disediakan di tiap meja. Di samping bubur ayam andalan, tempat ini juga menjual martabak dan nasi goreng.

  • Jalan Cikini Raya No. 90 Jakarta Pusat
  • Rp 25.000,00

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *